assalammu'alaikum.....

Kamis, 14 Juni 2012

Penegak

I.                   SEJARAH PERKEMBANGAN KEPENEGAKAN

Didalam buku “ Rover Scouts “ susunan Gilcraft tahun 1933,buku “ Baden powell “ karangan E.E Reynold cetakan ke 4 tahun 1947 dan buku “ The Scouts Movement “ karangan E.E Reynold tahun 1950 yang merupakan buku – buku sumber yang mengupas tentang bangaimana asal mula lahirnya golongan Penegak. Pada bulan Januari 1914 “ Himpunan Kawan Kawan Pandu “ atau “ The Scouts Friendly Society “ didirikan,yaitu Himpunan golongan Pandu yang lebih tua dari 15 tahun keatas sebagai persaudaraan pandu yang berusia lebih tua dengan maksud :
Ø  Untuk memelihara hubungnan antara pandu dengan pergerakan pandu, sesudah mereka meninggalkan pasukannya masing – masing dan keluar untuk berjuang ditenganh masyarakat.
Ø  Untuk memelihara cita-cita”  kewarganegaraan yang  baik “ yang sudah pernah didiknya pada waktu bergerak sebagai Pandu Penggalang.
Ø  Untuk menarik pemuda pemuda yang belum pernah menjadi pandu dan untuk memberikan kesempatan padanya berbuat bakti terhadap Tanah Air mereka.

Pada bulan Januari 1917 dicoba ide pertama dan Baden Powell menulis pendapatnya sebagai berikut”……kita telah lama mempertimbangkan soal mendirikan golongna Pandu yang lebih tua 15 tahun keatas ( Senior Scouts ), soal itu hendaknya kita tangguhkan sampai selesainya perang Dunia ke 1,akan tetapi keadaan  keadaan baru kini telah mendorong soal itu kepermukaan lagi dan soalnya ialah tidaklah sekarang harus menyediakan sesuatu semacam itu untuk masa yang akan dating,sebagaian dari latihan pandu yang lebih tinggi ukuran untuk pandu biasa,dengan maksud untuk memberikan pimpinan kepada mereka, supaya mereka belajar khusus (Spesialisasi)dalam macam – macam industir atau perdagangan dan sebagainya untuk kemajuan mereka dalm hidup …..” Pada bulan Juli 1917,Baden Powell membuat rencana dan mengumumkannya dan ini merupakan ide yang kedua setelah menerima pendapat dari para Andalan dan Pembina serta mengadakan percobaan dengan Pandu TUa (Senior Scouts),Pandu  Bakti (Service Scouts) dan Pandu Perdagangan (Scouts of Comerse) dan sebagainya. Pembina pandu Penggalang yang baik dapat memegang penggalangnya sampai berusia 18 tahun,karenanya ia tidak menyetujui adanya tanda kecakapan baru,juga pandu – pandunya kelihatan tidak bersemangat akan adanya itu, maka rencana itu gagal dan tanpa rebut – rebut rencana itu ditarik kembali, karena Baden Powell berpendapat:..” Tidak baik memaksakan sesuatu ide pada Pembina – Pembina dengan mengabaikan permintaan dan pengalaman mereka …”



1

Dengan penarikan rencana itu bukan berarti persoalan selesai, terasa sekali perlu adanya usaha untuk pandu – Pandu yang lebih tua dan pemuda  pemuda bekas Penggalng.Sedikit demi sedikit Pandu Penegak mulai tumbuh,tanda tanda kecakapan tidak dimajukan akan tetapi yang lebih diperlukan oleh pemuda pemuda itu adalah tujuan dan cita cita yang jelas.Penyelenggaraan terperinci dapat diarahkan dan diserhkan kepada mereka sendiri dan disesuaikan dengan keadaan dan keperluan, cita – citanya terkandung dalam perkataan “ Bakti “ dan pokok – pokok dasarnya yang umum terkandung dalam ide/kiasan dasar  “ TATA KSATRIA “. Ide ketiga batas dari usia 15 tahun menjadi antara 17-18 tahun keatas, dan pada bulan  September 1918 terbitlah Pamlet dengan Judul “Petunjuk Pandu – Pandu Penegak “ atau “ Rules For Rover Scout” dan ini merupakan tanda resmi permulaan berdirinya golongan Pandu Penegak.April 1920 terbit “Catatan mengenai Latihan Penegak “ atau “ Notes on the training rover scouts” disusul pada bulan November 1922 diterbitkannya lagi buku “ Mengembara menuju Bahagia” atau “Rovering to success “.Tahun 1922 diadakan beberapa percobaan / rencana sehingga tahun 1030 golongan Penegak dalam perkembangannya mencapai tingkat baru.
Ide keempat adalah aliran lain lagi yang ingin memberikan tekanan pada keperluan adanya latihan yang dapat menghasilkan tuntutan masa pemuda, penganut ini memusatkan perhatian kepada pemuda pemuda yang berusia 17 – 20 tahun dan berpendapat bahwa kepenegakan adalah lanjutan latihan kepenggalangan dan bukan pelengkapanya.Ide kempat dan kelima itu tidak baik bagi golongan penegak karena akan menimbulkan kesukaran baru dan pada bulan April 1930 dijelaskan kepada seluruh jajaran tentang petunjuk ini. Kepenegakan adalah tempat menambah,melengkapi keperluan keperluan pemuda untuk menjadi warga Negara yang baik dan berguna,dengan bahan bahan yang belum dapat diberikan pada siaga and penggalang,cara memberikannya dengan Methode Kepanduan dalam suasana persudaraan hidup diluar dan bakti.Bapak Soedirman mendasarkan cita cita kepenegakan kepada kesusilaan dan kebudayaan Indonesia dan golongan Penegak dalam Gerakann Pramuka adalah barisan pemuda Indonesia yang berusia 16 s/d 20 tahun dan merupakan kader untuk angkatan Pembina pramuka Ibu Indonesia yang bertugas membangun Indonesia.










2

II.                WUJUD SEORANG PENEGAK

Pramuka Penegak adalah anggota Gerakan Pramuka yang berusia 16 s/d 20 tahun yang melatih diri,bekerja,berjuang dan berbakti untuk ikut serta membangun Negara dan masyarakat.Seoarng pramuka Penegak adalah seorang pemuda dewasa yang berfikir logis,praktis dan realities ,yang dapat mengurus diri sendiri,karena tanggung jawab dan pengabdian nya berkembang dengan pengalaman praktek dalam mengurus dunia kepenegakan.
Sifat – sifat pribadi yang harus dimiliki oleh seoarng penegak adalah :
  1. Percaya dan Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa,beragama ,beribadah dengan rajin menjauhi segala larangan Tuhan,membiasakan diri selalu berdo’a
  2. menghormati orang tua,menjaga nama baik keluarga dan bersusila
  3. Berfikir sebelum bertindak, menghormati sesame,saling mencintai dan menghargai
  4. Mengembangkan sikap tanggung jawab,memupuk rasa kekeluargaan,ramah tamah,dan dapat menyesuaikan diri, pandai bergaul dan setia kawan.
  5. Mengembangkan sikap gotong royong,hidup toleransi,mau mengembangkan keberadaan orang lain,dapat bekerja sama,berbudi luhur dan berwibawa.
  6. Berjiwa social,berwtak kesatria,bersikap jantan,tidak penghasut,menepati janji dan setia pada tugas
  7. Pantang menyerah dalam mencapai cita cita dan pantang putus asa.
  8. Dapat menerima kenyataan hidup, tabah menjalani cobaan hidup
  9. Dapat dipercaya dan melaksanakan Tri Satya dan Dasa Darma Pramuka.


III.             TUGAS POKOK PENEGAK

Tugas pokok Penegak adalah mengembangkan diri menjadi warga negara yang baik, bahagia, sehat dan berguna, maka tugasnya adalah mempersiapkan diri untuk hidup, maksudnya adalah mendapatkan kebahagiaan dengan jalan membahagiakan orang lain. Jadi kewajiban utama seorang penegak adalah membina diri agar dapat hidup mandiri dan tidak menjadi beban orang lain, menjalankan pekerjaan – pekerjaan yang merupakan usaha mempersiapkan diri mencari suatu kepandaian atau keterampilan dan pengetahuan untuk berbakti.Penegak bergerak maju untuk mereka dibawah pimpinan mereka sendiri dengan bimbingan dan tanggung jawab Pembina Penegak.


3

IV.              CIRI – CIRI SEORANG PENEGAK

Ciri – siri seorang Penegak adalah :
1.       Tenang, Tegas dan gembira dalam melaksanakan dan menghadapi  sesuatu.
2.       Berbakti pada masyarakat dan bisa menempatkan diri dalam pengabdian dan bekerja untuk orang lain.
3.       Dapat merasakan dan meresapi keadaan dan keindahan alam sanubari , sehingga dapat merasakan dan menyadari bahwa dirinya sangat kecail dihadapan Tuhan Yang Maha Esa, tetapi berusaha dengan rasa itu untuk berbuat sesuatu yang terbaik.
4.       Tidak membiasakan diri menunda pekerjaan dan selalu hemat, cermat dala segala hal, berkemauan keras dalam mencapai cita cita sehingga berhasil baik.
5.       Mengenali diri sendiri dan dapat menahan diri.
6.       Sebelum melakukan sesuatu selalu mempersiapakn dengan sebaik baiknya dan berani dengan mata terbuka serta tidak pernah ragu dan sabar.
7.        Menghormati diri sendiri tanpa pamrih, hormat dan setia pada orang lain.


V.                 TINGKATAN DALAM PENEGAK

Peranan Gerakan Pramuka dalam mendidik pemuda sebagai generasi pembangunan bangsa sangat besar, Gerakan Pramuka merupakan wadah yang khas dengan Prinsip Dasar Methode Kepramukaannya mengajak para remaja / pemuda bermain,melatih daya nalar, mencoba membentuk pribadi yang mandiri sesuai dengan tuntutan masa,untuk itu sudahkah kita berbuat yang terbaik untuk remaja/pemuda.Apakah perjalananya sebagai penegak sudah diikuti dengan baik? Bagaimana perjalanan seorang Penegak? Didalam kepenegakan seseorang penegak harus sadar dan sanggup atas segala tindakan itu,sehingga dikemudian hari tidak menyesali perbuatannya itu, untuk menghindari hal tersebut maka pengembangan kepenegakan diatur dalam beberapa tahapan sebagai berikut :
1.       Tahapan pertama adalah tahapan Penegak Tamu ( Tamu Penegak )
2.       Tahapan Kedua adalah tahapan Penegak Calon  ( Calon Penegak )
3.       Tahapan ketiga adalah tahapan Penegak Bantara
4.       Tahapan keempat adalah tahapan Penegak Laksana dan yang terakhir
5.       Tahapan Pramuka Penegak Garuda


6
Untuk melaksanakan tahapan pertama sampai tahap akhir biasanya tiap – tiap ambalan memliki adat istiadat ambalan yang sudah mengakar.Jadi penyusun tidak akan menjelas lebih rinci tiap – tiap tingkatan dalam penegak,walau demikian secara garis besarnya setiap ambalan wajib menjalankan 5 tahapan pada seorang calon penegak.Karena itu sudah merupakan salah satu Prinsip Dasar Methode Kepramukaan yang mana setiap calon penegak wajib melalui proses ini ,adapun pelaksanaanya disesuaikan dengan keadaan dan situasi baik peserta didiknya maupun Ambalan itu sendiri. Setelah melalui tahap pertama yaitu menjadi Tamu Ambalan Calon Penegak biasa diberi 1 bulan untuk melalui proses tahap pertama dijalankan tanpa ada hambatan lalu Dewan Kehormatan Ambalan melakukan Evaluasi untuk mempertimbangkan diterima atau ditolak menjadi anggota Ambalan. Bila diterima Maka Dewan Kehormatan Ambalan harus segera mengadakan Upacara Penerimaan Calon sekaligus menyerahkan SKU penegak dan ditunjuk dua orang penegak Bantara dari anggota Ambalannya untuk menjadi pendampingnya atau mentor oleh Dewan Kehormatan Ambalan dengan tujuan :
1.       Pendamping/Mentor Kanan yaitu yang mendapingi calon Penegak dan membimbing tentang Spritual/Kejiwaan,sehingga Calon Penegak dapat mengerti tentang aturan hidup,membangun jiwa,mengawasi dan membina sifat dan mengarahkan kearah yang baik dan benar.
2.       Pendamping/mentor Kiri yang bertanggung jawab masalah pengetahuan,kecerdasan dan keterampilan calon Penegak, maka tugasnya adalh membina dan melatih sekaligus mengarahkan menurut kebutuhannya.

Dengan adanya buku agenda anggota Ambalan ini mudah – mudahan membantu para mentor dalam mempersiapakan calon Penegak menjadi seorang Penegak Bantara yang sesuai dengan harapan Gerakan Pramuka pada umumnya dan Dewan Kehormatan Ambalan pada Khususnya.

V.I   Tahap Penegak Tamu ( Tamu Ambalan )

Sesuai dengan adat atau kebiasan Ambalan Laksamana R E Marthadinata dan Nusaibah untuk menjadi bagian dan tali pesaudaraan anggota Ambalan Laksamana R E Marathadinata dan Nusaibah sang Tamu Ambalan atau Penegak tamu harus lalui berbagai tahapan sebagai berikut    :

1.       Dewan Ambalan wajib memisahkan Tamu Ambalan yang berasal dari Pramuka dan dari Pemuda biasa. Bila berasal dari Pramuka ( golongan penggalang ) maka Dewan Ambalan wajib mengadakan Upacara Pindah Golongan dan semua atribut kepenggalangan dicopot secara resmi. Dan Apabila berasal dari pemuda biasa maka diadakan Upacara Penerimaan Tamu Ambalan.



7
Itu semua dilakukan dalam sebuah kegiatan perkemahan Sabtu Minggu dengan nama kegiatan Penerimaan Penegak Tamu atau Tamu Ambalan.
2.       Dalam kegiatan Penerimaan Penegak atau Tamu  Ambalan Dewan Ambalan memberikan materi tentang Sejarah berdirinya Gugus Depan dan Ambalan Laksamana R E Marthadinata dan Nusaibah.
3.       Melalui Tes ujian untuk mengetahui motifasi dan sejauh mana berkeinginan bergabung dan mengembangkan Ambalan Laksamana R E Marthadinata dan Nusaibah.
4.       Setelah lulus sidang Dewan Ambalan maka Dewan Ambalan wajib memberikan tanda Ambalan dan Buku Angenda Anggota Ambalan
5.       Serta diberi pendamping kanan dan pendamping kiri untuk membantu menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Penegak Bantara. Untuk pendamping kanan dan kiri diberi Surat Tugas khusus untuk mendapingi para calon penegak dari Dewan Ambalan dan diketahui oleh pembina satuan.

V.2    Tahap Calon Penegak ( Cagak )

yaitu Calon Penegak ( cagak ) . Dalam masa Calon penegak diberi waktu oleh Dewan Ambalan selama 6 s/d 9 bulan. Setelah melewati tahap pertama ( masa tamu ) dan resmi menjadi Anggota Ambalan kini masuk ketahap selanjutnya untuk menyelesaikan Syarat Kecakapan Umum tingkat Penegak Bantara. Syarat – Syarat Kecakapan Umum itu antara lain adalah        :
PANCASILA
1.                 Ketuhanan Yang Maha Esa
2.                 Kemanusiaan yang adil dan beradab
3.                 Persatuan Indonesia
4.                 Kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam   permusyawaratn/perwakilan
5.                 Keadilan social bagi seluruh rakyat Indonesia
TRISATYA
Demi kehormatanku aku berjanji akan bersungguh-sungguh:
Ø  Menjalankan kewajibanku terhadap Tuhan, Negara Kesatuan Republik Indonesia dan mengamalkan Pancasila
8
Ø  Menolong sesama hidup dan ikut serta membangun masyarakat
Ø  Menepati Dasa darma
DASA DARMA PRAMUKA
1.           Takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
2.           Cinta alam dan kasih saying sesame manusia
3.           Patriot yang sopan dan kesatria
4.           Patuh dan suka bermusyawarah
5.           Rela menolong dan tabah
6.           Rajin trampil dan gembira.
7.           Hemat cermat dan bersahaja
8.           Disiplin, berani dan setia
9.           Bertanggungjawab dan dapat dipercaya
10.     Suci dalam pikiran, perkataan dan perbuatan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar